Ketahui Jenis Koneksi Internet Anda

Anda merupakan pelanggan sebuah penyedia layanan internet yang tidak puas dengan layanan tersebut? Anda bisa komplain jika kualitasnnya memang tidak sesuai dengan yang dijanjikan dalam kontrak. Namun apakah Anda yakin protes Anda sudah benar? Jangan-jangan penurunan kualitas tersebut terjadi karena kesalahan Anda sendiri.
Dalam beberapa waktu terakhir, perkembangan layanan internet di Indonesia cukup pesat. Banyak perusahaan penyedia layanan yang tumbuh subur, dan angka pengguna internet pun menanjak tinggi. Namun tidak sedikit pula yang kecewa dengan layanan internet di Indonesia.
Bit dan Byte
Satuan data dalam dunia digital adalah bit dan byte. Mirip memang, karena kedua satuan itu berhubungan erat. Yang perlu Anda ketahui adalah: 1 byte terdiri dari 8 bit. Hal yang tampak sederhana, namun sering tidak diperhatikan.
Dalam penggunaannya, bit biasa disingkat dengan b (huruf kecil) seperti kb, kbps (kb/s), mbps, gbps, dan seterusnya; sementara byte disingkat dengan B (huruf besar) seperti KB, KBps (KB/s), MBps, dan seterusnya. Sehingga 1 mbps tidak akan sama dengan 1 MBps.
Misalnya Anda berlangganan internet melalui kabel ADSL dengan layanan 1mbps, jangan pernah berharap bisa mengunduh berkas berukuran 5 MB dalam hanya 5 detik (atau di bawah 10 detik). Atau jika Anda mendapati kecepatan unduh “hanya” bisa mencapai sekitar 90 KBps, bukan berarti Anda hanya mendapat 9 persen dari kecepatan internet yang dijanjikan oleh penyedia layanan.
1 mbps sama dengan 1024 kbps, artinya kecepatan jaringan tersebut adalah mengalirkan sebanyak 1.048.576 (1024 x 1024) bit per detik. Jika dikonversi menjadi byte, maka bisa mengalirkan data sebanyak 131.072 byte per detik (= 128 KBps). Jadi jangan pernah berharap bisa mengunduh berkas sebesar 5MB dalam 5 detik dengan layanan internet berkecepatan 1 mbps.
Kecepatan di Lapis Jaringan Akses dan di Lapis Aplikasi
Baiklah, Anda paham dengan koneksi jaringan Anda yang berkecepatan 1 mbps tidak mungkin bisa mendapatkan kecepatan download lebih dari 128 KB/s. Tapi, mungkinkah Anda mengunduh sebuah berkas sebesar 1 MB (1024 KB) hanya dengan waktu selama 8 detik saja (128KB/s x 8s = 1024KB)?
Ada konsep jaringan data digital yang menggunakan beberapa lapis: 4 lapis TCP/IP dan 7 lapis OSI misalnya. Di mana, untuk mengirimkan sebuah informasi atau data melalui jaringan, maka data itu akan ditambahkan beberapa data lain yang berisi informasi mengenai data yang akan di bawa tersebut (misalnya alamat pengirim dan penerima data). Juga karena bersifat packet switch, bisa jadi data tersebut dipecah menjadi beberapa segmen jika terlalu besar untuk mempermudah pengiriman.
Analoginya, jika Anda ingin mengirimkan sebuah barang menggunakan jasa kurir maka pada saat pengiriman akan ada “bungkusan” tambahan diluar barang itu sendiri, misalnya: kemasan barang tersebut, kardus pembungkus, busa pelindung, peti kayu, kontainer, dan lain-lain. Begitu juga dengan data, akan ditambahi beberapa data untuk lalu-lintas seperti alamat tujuan serta beberapa data lain misalnya CRC untuk menjaga keutuhan data.
Sebagai contoh, koneksi LAN menggunakan FastEthernet 100 mbps, maka dengan menggunakan protokol FTP-TCP-IPv4-Ethernet maka kecepatan di lapis datalink (konsep lapisan OSI) atau lapis jaringan akses (konsep lapisan TCP/IP) bisa mencapai 100 mbps atau setara dengan 12.8 MBps. Namun kecepatan data bersih yang bisa di dapat hanya sekitar 11,21 MBps. Atau sekitar 11,05 MBps jika menggunakan IPv6. [1]
Jika ternyata ada paket yang rusak di sepanjang perjalanan, maka akan ada pengiriman paket yang rusak (jika dikirim dengan protokol TCP, belum tentu jika menggunakan UDP). Sehingga bisa menurunkan angka throughput yang merupakan jumlah data bersih yang diterima per satuan waktu.
Kenali Karakter Media Transmisi
Koneksi internet menggunakan media kabel tentu berbeda kualitasnya dengan media tanpa kabel (wireless) seperti Wi-Fi ataupun seluler (GSM, CDMA, WCDMA).
Karena media kabel cenderung tidak mudah terganggu oleh derau (noise) ataupun interferensi (interference), sehingga kualitas sinyalnya cenderung lebih baik daripada media udara. Sehingga kecepatannya pun cenderung lebih stabil. Walaupun terkadang layanan internet ADSL yang menggunakan kabel telepon tembaga mengalami penurunan kinerja ketika hujan karena kualitas kabel yang tidak prima.
Untuk jaringan telepon seluler cukup rumit. Karena bersifat musafir (mobile) trafik data secara geografis selalu berubah-ubah, sehingga untuk perencanaan dan optimasi jaringan diambil kondisi secara umum dengan beberapa pertimbangan tertentu. Karakteristik teknis antara GSM dan CDMA (termasuk 3G-GSM yang merupakan WCDMA) dalam menangani pelanggan juga berbeda. Sehingga di daerah padat (dense), “perebutan sinyal” pun semakin sengit. Dan, alokasi koneksi internet tiap BTS pun berbeda-beda.
Jadi, koneksi ADSL kabel cenderung mudah menggapai kecepatan maksimalnya daripada koneksi HSDPA.
Kenali Karakter Layanan yang Anda Gunakan
Apakah layanan Anda merupakan layanan berbagi (shared bandwidth) atau layanan dedikasi (dedicated bandwidth, leased line) tentu saja mempengaruhi kecepatan internet Anda. Pelajari kontrak antara Anda dan penyedia. Jika layanan 1 mbps adalah layanan berbagi antara 8 pelanggan, maka wajar jika Anda sulit menggapai kecepatan penuh 1 mbps. Namun jika layanan dedikasi tidak bisa mencapai kecepatan yang dijanjikan, Anda harus protes jika penyebabnya bukanlah kesalahan Anda.
Anda masih belum puas dengan layanan internet Anda?
[1] Somantrie, Adham. Februari 2008. Integrasi Jaringan IPv4 dan IPv6 dengan Mekanisme
Translasi untuk Aplikasi Pertukaran File. Bandung. STT Telkom.

Anda merupakan pelanggan sebuah penyedia layanan internet yang tidak puas dengan layanan tersebut? Anda bisa komplain jika kualitasnnya memang tidak sesuai dengan yang dijanjikan dalam kontrak. Namun apakah Anda yakin protes Anda sudah benar? Jangan-jangan penurunan kualitas tersebut terjadi karena kesalahan Anda sendiri.

Dalam beberapa waktu terakhir, perkembangan layanan internet di Indonesia cukup pesat. Banyak perusahaan penyedia layanan yang tumbuh subur, dan angka pengguna internet pun menanjak tinggi. Namun tidak sedikit pula yang kecewa dengan layanan internet di Indonesia.

Bit dan Byte

Satuan data dalam dunia digital adalah bit dan byte. Mirip memang, karena kedua satuan itu berhubungan erat. Yang perlu Anda ketahui adalah: 1 byte terdiri dari 8 bit. Hal yang tampak sederhana, namun sering tidak diperhatikan.

Dalam penggunaannya, bit biasa disingkat dengan b (huruf kecil) seperti kb, kbps (kb/s), mbps, gbps, dan seterusnya; sementara byte disingkat dengan B (huruf besar) seperti KB, KBps (KB/s), MBps, dan seterusnya. Sehingga 1 mbps tidak akan sama dengan 1 MBps.

Misalnya Anda berlangganan internet melalui kabel ADSL dengan layanan 1mbps, jangan pernah berharap bisa mengunduh berkas berukuran 5 MB dalam hanya 5 detik (atau di bawah 10 detik). Atau jika Anda mendapati kecepatan unduh “hanya” bisa mencapai sekitar 90 KBps, bukan berarti Anda hanya mendapat 9 persen dari kecepatan internet yang dijanjikan oleh penyedia layanan.

1 mbps sama dengan 1024 kbps, artinya kecepatan jaringan tersebut adalah mengalirkan sebanyak 1.048.576 (1024 x 1024) bit per detik. Jika dikonversi menjadi byte, maka bisa mengalirkan data sebanyak 131.072 byte per detik (= 128 KBps). Jadi jangan pernah berharap bisa mengunduh berkas sebesar 5MB dalam 5 detik dengan layanan internet berkecepatan 1 mbps.

Capture23PNG

Kecepatan di Lapis Jaringan Akses dan di Lapis Aplikasi

Baiklah, Anda paham dengan koneksi jaringan Anda yang berkecepatan 1 mbps tidak mungkin bisa mendapatkan kecepatan download lebih dari 128 KB/s. Tapi, mungkinkah Anda mengunduh sebuah berkas sebesar 1 MB (1024 KB) hanya dengan waktu selama 8 detik saja (128KB/s x 8s = 1024KB)?

Ada konsep jaringan data digital yang menggunakan beberapa lapis: 4 lapis TCP/IP dan 7 lapis OSI misalnya. Di mana, untuk mengirimkan sebuah informasi atau data melalui jaringan, maka data itu akan ditambahkan beberapa data lain yang berisi informasi mengenai data yang akan di bawa tersebut (misalnya alamat pengirim dan penerima data). Juga karena bersifat packet switch, bisa jadi data tersebut dipecah menjadi beberapa segmen jika terlalu besar untuk mempermudah pengiriman.

Analoginya, jika Anda ingin mengirimkan sebuah barang menggunakan jasa kurir maka pada saat pengiriman akan ada “bungkusan” tambahan diluar barang itu sendiri, misalnya: kemasan barang tersebut, kardus pembungkus, busa pelindung, peti kayu, kontainer, dan lain-lain. Begitu juga dengan data, akan ditambahi beberapa data untuk lalu-lintas seperti alamat tujuan serta beberapa data lain misalnya CRC untuk menjaga keutuhan data.

Sebagai contoh, koneksi LAN menggunakan FastEthernet 100 mbps, maka dengan menggunakan protokol FTP-TCP-IPv4-Ethernet maka kecepatan di lapis datalink (konsep lapisan OSI) atau lapis jaringan akses (konsep lapisan TCP/IP) bisa mencapai 100 mbps atau setara dengan 12.8 MBps. Namun kecepatan data bersih yang bisa di dapat hanya sekitar 11,21 MBps. Atau sekitar 11,05 MBps jika menggunakan IPv6. [1]

Jika ternyata ada paket yang rusak di sepanjang perjalanan, maka akan ada pengiriman paket yang rusak (jika dikirim dengan protokol TCP, belum tentu jika menggunakan UDP). Sehingga bisa menurunkan angka throughput yang merupakan jumlah data bersih yang diterima per satuan waktu.

Kenali Karakter Media Transmisi

Koneksi internet menggunakan media kabel tentu berbeda kualitasnya dengan media tanpa kabel (wireless) seperti Wi-Fi ataupun seluler (GSM, CDMA, WCDMA).

Karena media kabel cenderung tidak mudah terganggu oleh derau (noise) ataupun interferensi (interference), sehingga kualitas sinyalnya cenderung lebih baik daripada media udara. Sehingga kecepatannya pun cenderung lebih stabil. Walaupun terkadang layanan internet ADSL yang menggunakan kabel telepon tembaga mengalami penurunan kinerja ketika hujan karena kualitas kabel yang tidak prima.

Untuk jaringan telepon seluler cukup rumit. Karena bersifat musafir (mobile) trafik data secara geografis selalu berubah-ubah, sehingga untuk perencanaan dan optimasi jaringan diambil kondisi secara umum dengan beberapa pertimbangan tertentu. Karakteristik teknis antara GSM dan CDMA (termasuk 3G-GSM yang merupakan WCDMA) dalam menangani pelanggan juga berbeda. Sehingga di daerah padat (dense), “perebutan sinyal” pun semakin sengit. Dan, alokasi koneksi internet tiap BTS pun berbeda-beda.

Jadi, koneksi ADSL kabel cenderung mudah menggapai kecepatan maksimalnya daripada koneksi HSDPA.

Kenali Karakter Layanan yang Anda Gunakan

Apakah layanan Anda merupakan layanan berbagi (shared bandwidth) atau layanan dedikasi (dedicated bandwidth, leased line) tentu saja mempengaruhi kecepatan internet Anda. Pelajari kontrak antara Anda dan penyedia. Jika layanan 1 mbps adalah layanan berbagi antara 8 pelanggan, maka wajar jika Anda sulit menggapai kecepatan penuh 1 mbps. Namun jika layanan dedikasi tidak bisa mencapai kecepatan yang dijanjikan, Anda harus protes jika penyebabnya bukanlah kesalahan Anda.

[1] Somantrie, Adham. Februari 2008. Integrasi Jaringan IPv4 dan IPv6 dengan Mekanisme

Translasi untuk Aplikasi Pertukaran File. Bandung. STT Telkom.

disadur dari situs

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: